BYD Bidik Pasar Jepang dengan Mobil Listrik Kei Car Racco di 2026
Produsen kendaraan listrik asal China, BYD, kembali memperluas ambisinya dengan membidik pasar Jepang yang dikenal protektif. Mereka berencana meluncurkan mobil listrik mungil berformat Kei car, BYD Racco, pada tahun 2026 untuk bersaing langsung dengan pabrikan lokal.
Ambisi BYD di Pasar Otomotif Jepang
Langkah ini menandai upaya serius BYD untuk menantang dominasi pabrikan Jepang di segmen Kei car, yang selama ini dikuasai oleh Suzuki, Daihatsu, Honda, Mitsubishi, dan Nissan. Racco akan menjadi Kei car listrik pertama BYD yang dirancang khusus untuk memenuhi regulasi Jepang.
Spesifikasi BYD Racco
BYD Racco dirancang untuk memenuhi regulasi ketat Kei car Jepang, dengan dimensi maksimal 3,4 meter panjang dan 1,48 meter lebar. Mobil ini akan menggunakan motor listrik sekitar 47 kW (63 dk), sesuai dengan batas yang ditetapkan untuk Kei car.
Teknologi Baterai dan Jarak Tempuh
Untuk menunjang performa, Racco akan dibekali baterai lithium iron phosphate (LFP) Blade Battery berkapasitas sekitar 20 kWh. Teknologi baterai khas BYD ini dikenal memiliki daya tahan tinggi dan tingkat keamanan yang baik.
Jarak Tempuh Ideal untuk Mobilitas Perkotaan
Dengan konfigurasi tersebut, jarak tempuh mobil ini diperkirakan mencapai sekitar 180 kilometer berdasarkan siklus pengujian Jepang, yang dinilai cukup untuk mobilitas perkotaan.
Harga dan Persaingan di Segmen Kei Car
Meskipun harga resminya belum diumumkan, analis industri memperkirakan BYD Racco akan dipasarkan di kisaran JPY 2–2,5 juta (sekitar Rp210–260 juta). Ini akan menempatkan Racco sebagai pesaing langsung bagi model seperti Nissan Sakura dan Mitsubishi eK X EV.
Dominasi Segmen Kei Car di Jepang
Segmen Kei car merupakan tulang punggung industri otomotif Jepang, menyumbang lebih dari 30 persen dari total penjualan mobil nasional. Kendaraan jenis ini diminati karena ukurannya yang ringkas dan efisiensi bahan bakarnya.
Tren Adopsi Kendaraan Listrik di Jepang
Adopsi kendaraan listrik di Jepang tergolong lambat, dengan penjualan mobil listrik murni (BEV) yang belum mencapai 3 persen dari pasar mobil baru. Namun, Kei car listrik menjadi pendorong utama pertumbuhan segmen EV di sana.
Peran Nissan Sakura dan Mitsubishi eK X EV
Model seperti Nissan Sakura dan Mitsubishi eK X EV sempat mendominasi sekitar 40 persen dari total penjualan EV nasional. Konsumen Jepang lebih terbuka terhadap konsep mobil listrik dalam format yang kecil dan akrab.
Strategi Lokalisasi BYD untuk Pasar Jepang
Berbeda dengan pendekatan sebelumnya, BYD memilih strategi lokalisasi yang mendalam untuk Jepang. Racco dikembangkan khusus untuk memenuhi standar keselamatan, dimensi, efisiensi energi, serta preferensi konsumen Jepang.
Kompatibilitas dengan Infrastruktur Lokal
Fitur pengisian daya yang kompatibel dengan infrastruktur lokal CHAdeMO juga menjadi pertimbangan. Strategi ini sejalan dengan upaya BYD di Jepang sejak 2023, saat mereka mulai menjual model seperti BYD Dolphin, Atto 3, dan Seal.
Tantangan dan Ambisi BYD di Jepang
Dengan Racco, BYD tidak hanya ingin hadir di pasar Jepang, tetapi berambisi menembus segmen yang paling krusial dan simbolis dalam industri otomotif negara tersebut.
Reaksi Produsen Otomotif Jepang
Pengembangan BYD Racco telah memicu kewaspadaan di kalangan produsen otomotif Jepang. Beberapa produsen lokal mulai mempercepat pengembangan generasi baru Kei car listrik mereka, sembari berupaya menekan biaya produksi agar tetap kompetitif.
Potensi Dampak Peluncuran BYD Racco
Jika BYD berhasil menawarkan harga yang agresif, teknologi baterai yang andal, serta kualitas yang sesuai dengan standar konsumen Jepang, dominasi pabrikan lokal di segmen Kei car berpotensi menghadapi tantangan serius dari merek asal China. Peluncuran Racco akan menjadi ujian bagi BYD untuk membuktikan kemampuannya di salah satu pasar otomotif paling konservatif di dunia.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow