China Mundur dari Taiwan, Taipei Siaga Tinggi Usai Latihan Perang
Otoritas penjaga pantai Taiwan melaporkan kapal perang dan penjaga pantai China telah ditarik dari perairan sekitar pulau tersebut, setelah Beijing menggelar latihan perang besar-besaran beberapa hari terakhir. Meski begitu, Taipei menyatakan tetap dalam kondisi siaga tinggi.
Latihan perang bertajuk "Misi Keadilan 2025" itu melibatkan aktivitas puluhan kapal militer China yang menembakkan rentetan roket ke arah Taiwan. Beijing mengerahkan sejumlah besar kapal perang dan jet tempur ke dekat pulau tersebut, aksi pamer kekuatan yang memicu kekhawatiran Barat.
Otoritas Penjaga Pantai Taiwan menyatakan Taipei tetap siaga tinggi setelah China menggelar latihan militer besar-besaran di perairan sekitar wilayahnya. Pusat respons maritim darurat tetap beroperasi, sembari memantau manuver Angkatan Laut China.
Wakil Direktur Jenderal Otoritas Penjaga Pantai Taiwan, Hsieh Ching-chin, mengatakan kapal perang dan kapal penjaga pantai China bergerak mundur, tetapi beberapa masih berada di luar garis 24 mil laut.
Hsieh menuturkan pergerakan itu mengindikasikan "latihan seharusnya sudah berakhir".
Kepala Dewan Urusan Kelautan Taiwan, Kuan Bi-ling, menyatakan kapal-kapal China memang berlayar menjauhi Taiwan, tetapi Beijing belum secara resmi menyatakan berakhirnya latihan perang tersebut.
"Situasi maritim telah tenang, dengan kapal-kapal secara bertahap meninggalkan perairan itu. Karena China belum mengumumkan berakhirnya latihan militer, pusat respons darurat tetap beroperasi," tegasnya dalam postingan Facebook.
Hsieh menambahkan Otoritas Penjaga Pantai Taiwan mempertahankan pengerahan 11 kapalnya di perairan tersebut, karena sejumlah kapal Penjaga Kapal China "belum sepenuhnya meninggalkan area tersebut".
"Kita tidak boleh lengah," tegasnya.
China meluncurkan sejumlah rudal dan mengerahkan puluhan jet tempur, kapal angkatan laut, serta kapal penjaga pantai di perairan sekitar Taiwan, pada Senin (29/12) dan Selasa (30/12) waktu setempat.
Pengerahan itu dalam rangka latihan tembak langsung, yang bertujuan untuk menyimulasikan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan utama Taiwan dan serangan terhadap target-target maritim.
Otoritas Taipei mengecam latihan perang yang digelar Beijing itu sebagai langkah yang "sangat provokatif dan sembrono", juga merupakan ancaman terhadap keamanan regional dan provokasi terang-terangan. Taiwan menegaskan manuver China itu gagal memberlakukan blokade terhadap wilayah mereka.
Latihan perang China ini digelar menyusul penjualan senjata besar-besaran oleh Amerika Serikat (AS) ke Taiwan, dan setelah komentar kontroversial Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi, soal penggunaan kekuatan terhadap Taipei dapat memicu respons militer dari Tokyo, menuai kemarahan Beijing.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow