IHSG Diprediksi Lanjutkan Tren Pelemahan, Investor Wait and See?
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melanjutkan tren pelemahannya pada perdagangan Senin (29/12/2025) karena minimnya katalis positif dan sentimen negatif dari pasar global.
Sentimen Negatif Membayangi IHSG
Analis CGS International Sekuritas Indonesia mengidentifikasi beberapa faktor yang berpotensi menekan pergerakan pasar saham domestik.
- Wall Street Melemah: Mayoritas indeks utama di Wall Street mengalami pelemahan.
- Aksi Jual Asing: Investor asing melakukan aksi jual bersih terhadap saham-saham IHSG.
- Rupiah Tertekan: Nilai tukar Rupiah tertekan akibat penguatan Dolar AS.
Di sisi lain, penguatan harga beberapa komoditas global diperkirakan memberikan sedikit dorongan positif.
Minimnya Katalis dan Aksi Profit Taking
Minimnya katalis positif yang signifikan dan periode perdagangan yang pendek menjelang libur Tahun Baru juga diperkirakan mendorong pelaku pasar untuk bersikap *wait and see* serta melakukan aksi ambil untung (*profit taking*).
“IHSG hari ini berpotensi kembali dapat bergerak melemah pada kisaran support 8503-8414 dan resist 8667-8750,” tulis CGS International Sekuritas Indonesia dalam ulasan risetnya, Senin (29/12/2025).
Wall Street Variatif Pasca Libur Natal
Pada perdagangan Jumat (26/12/2025), mayoritas indeks utama di Wall Street ditutup dengan pelemahan terbatas pasca libur Natal. Minimnya katalis yang mampu mengarahkan keyakinan pasar secara pasti menjadi penyebabnya. Meskipun demikian, ketiga indeks utama Amerika Serikat tersebut berhasil mencatatkan kenaikan secara mingguan.
Kenaikan Mingguan Indeks Utama AS
- Indeks S&P 500 tercatat naik 1,4%, menandai kenaikan mingguan keempat dalam lima minggu terakhir.
- Indeks Dow Jones dan Nasdaq juga mencatat kenaikan lebih dari 1% sepanjang pekan lalu.
Santa Claus Rally dalam Pantauan
Pelaku pasar global saat ini tengah mencermati fenomena musiman yang dikenal sebagai Santa Claus Rally, yang biasanya terjadi pada lima hari perdagangan terakhir di akhir tahun hingga dua hari perdagangan pertama di tahun berikutnya.
Kinerja Sektoral YTD
Secara *year-to-date* (YTD), kinerja sektor layanan komunikasi, teknologi, dan industri tercatat lebih unggul dibandingkan pergerakan pasar secara keseluruhan. Sektor properti (*real estate*) menjadi satu-satunya sektor yang membukukan pelemahan sepanjang tahun 2025.
Rekomendasi Saham dari CGS International Sekuritas
Menyikapi potensi pergerakan IHSG, CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan enam saham untuk diperdagangkan pada Senin (29/12/2025).
Daftar Saham Pilihan
Berikut adalah daftar saham yang direkomendasikan:
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)
- PT Astra International Tbk (ASII)
- PT Armidian Kinarya Tekstil Industri Tbk (ARCI)
- PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA)
- PT Indosat Tbk (ISAT)
- PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI)
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow