KemenImipas Fokus 15 Program Aksi 2026, Evaluasi Kinerja Jadi Prioritas
Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto memimpin refleksi akhir tahun 2025 untuk mengevaluasi kinerja kementeriannya secara nasional, dengan fokus pada 15 program aksi yang akan dijalankan pada tahun 2026.
Agus mengajak seluruh jajaran Kementerian Imipas untuk berorientasi pada 15 program aksi yang telah ditetapkan, sebagai upaya perbaikan atas kelemahan dan kekurangan yang terjadi di tahun 2025.
"Kelemahan dan kekurangan yang terjadi di tahun 2025 merupakan pembelajaran buat kita untuk melakukan perbaikan-perbaikan," ucap Menteri Agus di Aula Inspektorat Jenderal KemenImipas, Jakarta Selatan, Senin (29/12/2025).
Sekjen KemenImipas Asep Kurnia menyampaikan hasil evaluasi kinerja KemenImipas yang meliputi sektor keimigrasian dan permasyarakatan.
Di sektor keimigrasian, beberapa kendala yang dihadapi antara lain terkait Surat Dukungan Work and Holiday Visa Australia (SDUWHV), penanganan pengungsi, perlindungan WNI di luar negeri dari bahaya perdagangan orang, pekerja migran non-prosedural, kebijakan diaspora, dan kuota paspor.
Sementara itu, di sektor permasyarakatan, evaluasi kinerja meliputi dampak bencana terhadap 22 UPT di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, tingkat hunian Lapas dan Rutan yang melebihi kapasitas, keterbatasan jumlah Bapas, serta kurangnya SDM Pembimbing Kemasyarakatan (PK).
Menteri Agus menekankan pentingnya evaluasi pada Direktorat Jenderal Imigrasi dan Direktorat Jenderal Permasyarakatan agar kinerja di 2026 dapat lebih baik.
"Pada saat rapat koordinasi seluruh jajaran minggu yang lalu, kami sudah sampaikan evaluasi kinerja baik kepada jajaran di Imigrasi maupun jajaran di Permasyarakatan," ujar Menteri Agus.
Menteri Agus meminta maaf kepada masyarakat atas kendala-kendala yang terjadi dan berharap agar jajaran dapat menindaklanjuti masalah-masalah yang ada dengan serius.
"Saya atas nama pribadi dan jajaran Kementerian Imigrasi dan Permasyarakatan, mohon maaf," tutur Menteri Agus.
Berikut adalah 15 Program Aksi 2026 KemenImipas:
- Penguatan layanan keimigrasian berbasis digital.
- Penguatan pemeriksaan keimigrasian di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI).
- Penyederhanaan regulasi visa bisnis, golden visa, dan izin tinggal investor.
- Penyuluhan hukum keimigrasian oleh Petugas Imigrasi Pembina Desa (Pimpasa).
- Pemenuhan sarana dan prasarana pos lintas batas dan penambahan autogate di TPI.
- Memberantas peredaran narkoba dan penipuan di Lapas dan Rutan.
- Mengatasi permasalahan overcapacity dan overcrowding.
- Kemandirian pangan melalui program pertanian, perikanan, dan peternakan di Lapas dan Rutan.
- Pembangunan dapur sehat di Lapas dan/atau Rutan.
- Pemasaran produk hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui koperasi dan UMKM.
- Pendidikan kesetaraan bagi narapidana dan anak binaan.
- Efisiensi energi melalui pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT).
- Layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan kegiatan bakti sosial.
- Fasilitasi rumah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenimipas.
- Peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui MOOC dan pendidikan vokasi.
15 program ini merupakan pengembangan dari 13 program akselerasi KemenImipas yang telah dicanangkan sebelumnya, yang merujuk pada program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan 8 program prioritas presiden di tahun 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow