Kementerian ESDM Salurkan 1.000 Genset untuk Atasi Krisis Listrik di Aceh
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan bantuan signifikan berupa 1.000 unit genset untuk sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, sebagai upaya mengatasi masalah kelistrikan yang masih dihadapi oleh ribuan rumah tangga.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa saat ini masih ada sekitar 35 ribu rumah di Aceh yang belum teraliri listrik. Bantuan genset ini diharapkan dapat segera memberikan solusi bagi masyarakat yang membutuhkan.
Pendistribusian bantuan ini akan difokuskan pada 224 desa di 10 kabupaten di Aceh, termasuk Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Bener Meriah.
“Pertama, bahwa ini kita langsung terjungkan ke lokasi. Kita tidak mau lagi birokrasi terlalu panjang. Jadi ini begitu masuk, PLN yang tahu titiknya dimana-mana. Jadi langsung kita masuk ke desa-desa, ke titik-titik yang langsung. Lokasinya dimana? Itu di Provinsi Aceh semuanya,” terang Bahlil.
Genset-genset ini akan dioperasikan menggunakan bahan bakar yang didistribusikan oleh Pertamina Patra Niaga. Setiap genset dengan kekuatan 5 hingga 7 Kilo Volt Ampere (KVA) dapat mengaliri listrik ke 5 hingga 10 rumah warga.
“Untuk genset ini ada dua yang kita layani. Satu adalah untuk mengairi listrik ke rumah-rumah penduduk dan satunya untuk ke tenda-tenda pengungsian. Untuk tenda-tenda pengungsian, kita kan dari ESDM ada tim Posko Bencana, nanti tim dari itu yang akan menyuplai dalam hal ini Patra Niaga. Nah kalau untuk yang ke rumah-rumah nanti akan kita bicarakan dengan PLN, karena itu kan pasti pengelolaannya ada di bawah PLN,” kata Bahlil.
“Jadi 5 sampai, minimal ya, yang kalau 5 KVA, minimal sekitar 5-7 rumah. Kalau 7 KVA berapa? Kalau 7 KVA sekitar 10 ya? 10 rumah, itu kira-kira bos,” lanjutnya.
Selain genset, Kementerian ESDM juga mengirimkan 3 ribu kompor gas lengkap dengan selang dan regulator, yang akan didistribusikan melalui pemerintah daerah.
“Nah kalau yang 3.000 kompor gas ini kita supply ke Pemda. Kita dorong ke Pemda karena Pemda yang tahu kebutuhannya. Tapi kalau genset langsung kita turun ke lapangan,” ungkap Bahlil.
Bahlil menambahkan bahwa stok genset di Jakarta mulai menipis, sehingga sebagian bantuan didatangkan dari Semarang, Jawa Barat, dan Tangerang.
“Di Jakarta gensetnya stoknya sudah menipis, jadi sebagian kita bawa dari Semarang sama dari Jawa Barat, Tangerang,” ujar Bahlil.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow