Peraturan Drone Inggris 2026: Klasifikasi dan Identifikasi Jarak Jauh
Industri drone di Inggris mengalami perubahan besar seiring pemberlakuan regulasi baru oleh UK Civil Aviation Authority (CAA) mulai 1 Januari 2026. Regulasi ini mencakup klasifikasi drone spesifik untuk Inggris (UK Class Marks), penerapan bertahap Remote ID, dan perubahan persyaratan registrasi yang memengaruhi semua pengguna drone, dari pemula hingga profesional.
Klasifikasi Drone (UK Class Marks)
Perubahan utama adalah penerapan UK Class Marks, yaitu label dari UK0 hingga UK6 yang menunjukkan bahwa drone memenuhi standar keselamatan dan teknis tertentu. Mirip dengan sistem C-class di Uni Eropa, label ini wajib untuk semua drone baru yang dijual mulai tahun 2026. Setiap kelas menentukan di mana dan bagaimana drone dapat diterbangkan.
- Drone UK0 (di bawah 250g): Dapat terbang di atas orang, tetapi tidak di atas kerumunan.
- Drone UK1 (di bawah 900g): Dilengkapi fitur keselamatan seperti geo-awareness.
- Drone UK2 (di bawah 4kg): Dirancang untuk operasi "dekat orang" jika memiliki A2 Certificate of Competency.
- Drone UK3 dan UK4: Mencakup pesawat yang lebih berat dan model pesawat tradisional.
Drone Lama (Legacy Drones)
Drone yang dibeli sebelum 1 Januari 2026 tetap legal untuk diterbangkan, tetapi beroperasi berdasarkan aturan berat, bukan kelas. Drone legacy di bawah 250g tetap dapat beroperasi di subkategori A1 (diganti namanya menjadi "Over People"). Drone antara 250g dan 25kg masuk ke A3 ("Far from People") kecuali pilot memiliki A2 Certificate of Competency. Drone legacy tidak mendapatkan keuntungan dari jarak pemisahan yang lebih rendah seperti pada model ber-class mark.
Remote ID: Identifikasi Drone Digital
Remote ID adalah "plat nomor digital" yang menyiarkan data identifikasi dan lokasi drone selama penerbangan. Mulai 1 Januari 2026, Remote ID wajib untuk drone UK1, UK2, UK3, UK5, dan UK6. Persyaratan ini diperluas ke semua drone 100g atau lebih berat dengan kamera (termasuk model legacy) mulai 1 Januari 2028. Sistem ini menyiarkan ID operator, nomor seri pesawat, dan data posisi real-time, tetapi bukan video atau informasi pribadi. Mengoperasikan drone tanpa Remote ID setelah tenggat waktu adalah pelanggaran pidana.
Persyaratan Registrasi yang Lebih Ketat
Ambang batas registrasi diperketat. Sebelumnya, Flyer ID diperlukan untuk drone 250g ke atas; mulai 2026, turun menjadi 100g. Operator ID sekarang berlaku untuk drone 100g atau lebih berat dengan kamera, atau 250g atau lebih berat tanpa kamera.
Dampak bagi Pilot Rekreasi
Bagi pilot rekreasi yang menerbangkan drone di bawah 250g seperti DJI Mini 4K, dampak perubahan hukum ini relatif kecil. Pilot harus mendaftar mulai dari 100g, bukan 250g, dan mengaktifkan Remote ID pada tahun 2028 jika drone memiliki kamera. Kebebasan dasar tetap tidak berubah: tetap bisa terbang di atas orang (tidak di atas kerumunan) dan menikmati hak operasional yang sama.
Drone yang Lebih Berat
Untuk drone yang lebih berat, aturan lebih kompleks. Drone legacy masuk ke subkategori A3 yang lebih ketat kecuali pilot memiliki A2 Certificate of Competency. Dalam hal ini, drone di bawah 2kg dapat beroperasi di A2 dengan jarak 50 meter dari orang lain. Untuk mengakses jarak yang lebih dekat yang ditawarkan drone UK2, yaitu 30 meter standar atau lima meter dalam mode kecepatan rendah, pilot harus mengupgrade ke model ber-class mark.
Masa Transisi
Drone EU C-class diakui setara dengan drone UK hingga 31 Desember 2027. Ini berarti drone C1 dari DJI akan diperlakukan sebagai UK1 hingga tanggal tersebut. Misalnya, DJI Air 3S dengan rating C1 akan tunduk pada pembatasan penerbangan yang lebih sedikit, karena turun dari drone 250g ke atas menjadi drone UK1 hingga akhir 2027. Ini memberi waktu bagi pasar untuk beradaptasi dan produsen untuk membawa produk bersertifikasi UK ke pasar.
Lampu Hijau untuk Penerbangan Malam
Mulai tahun 2026, semua drone yang diterbangkan pada malam hari harus membawa lampu hijau berkedip yang terlihat oleh orang lain, untuk membedakannya dari pesawat berawak.
Respons dari Otoritas Penerbangan
CAA memposisikan perubahan ini sebagai evolusi dari aturan yang ada. Kevin Woolsey, Kepala Remotely Piloted Aircraft Systems di UK Civil Aviation Authority, mengatakan perubahan ini adalah "langkah besar dalam menciptakan kerangka peraturan yang siap untuk masa depan" sambil memungkinkan sektor ini untuk tumbuh dan berinovasi.
Pesan untuk Pengguna Drone di Inggris
Drone yang ada tetap legal, tetapi diperlukan akuntabilitas yang lebih besar melalui Remote ID dan registrasi. Untungnya, hal ini diimbangi dengan kebebasan yang lebih besar melalui pengenalan pesawat ber-class mark khusus untuk Inggris.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow