Polda Riau Perkuat Keamanan dengan Program Unggulan di Darat, Siber, dan Pesisir
Polda Riau terus memperkuat komitmen menjaga stabilitas keamanan melalui program unggulan sepanjang 2025. Tiga terobosan, yaitu RAGA, RADAR, dan JALUR, menjadi benteng pertahanan Polda Riau dalam menjaga darat, pesisir, dan dunia maya.
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dalam Rilis Akhir Tahun 2025 menyampaikan bahwa program unggulan tersebut merupakan wujud kehadiran Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Ini adalah bentuk nyata kami dalam menghadirkan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat," kata Irjen Herry, Rabu (31/12/2025).
Untuk menekan aksi geng motor dan anarkisme yang kerap meresahkan, Polda Riau mengandalkan tim khusus RAGA (Riau Anti Geng dan Anarkisme). Tim ini dirancang sebagai pasukan reaksi cepat yang menjalankan patroli gabungan secara terkoordinasi namun tetap mengedepankan sisi humanis.
Sepanjang tahun 2025, Tim RAGA telah mencatatkan performa luar biasa dengan melaksanakan 13.318 kegiatan, yang meliputi langkah preemtif, preventif, hingga penindakan tegas. Kerja keras ini membuahkan hasil signifikan dengan keberhasilan mengungkap 7 kasus besar dan mengamankan 12 tersangka yang terlibat dalam tindak pidana pemerasan, pengancaman, penguasaan lahan ilegal, hingga pungutan liar (pungli).
"RAGA adalah simbol kehadiran negara. Tim ini dibentuk bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk memastikan masyarakat merasa aman di setiap jengkal wilayah Riau," tegas Irjen Herry.
Menyadari ancaman kejahatan di era digital, Polda Riau meluncurkan program RADAR (Riau Damai Anti Cyber Crime). Program ini menjadi jawaban atas meningkatnya tren kejahatan siber dan penyebaran disinformasi yang berpotensi memecah belah persatuan.
Efektivitas RADAR terlihat dari tingginya partisipasi aktif masyarakat, di mana Polda Riau menerima 160 pengaduan melalui aplikasi ini, dan 99 di antaranya tertangani. Di sisi lain, patroli Siber berhasil menjaring 604 pengaduan, dengan 409 laporan yang langsung diproses secara hukum maupun mediasi.
Kehadiran RADAR tidak hanya soal penegakan hukum, tetapi juga edukasi. Berdasarkan survei terhadap 1.543 responden, sebanyak 72,7 persen masyarakat menyatakan sangat setuju bahwa RADAR berkontribusi besar dalam menciptakan ekosistem media sosial yang lebih bijak dan sehat di Bumi Lancang Kuning.
Tak hanya di darat dan siber, pengabdian Polda Riau meluas hingga ke wilayah perairan melalui program JALUR (Jelajah Riau Untuk Rakyat). Program ini menjadi jembatan bagi Polri untuk menyentuh masyarakat pesisir yang selama ini sulit terjangkau.
Sepanjang 2025, melalui 2.191 kegiatan, tim JALUR berhasil berinteraksi langsung dengan 4.659 warga. Program ini membawa berbagai layanan esensial, antara lain layanan kesehatan gratis bagi masyarakat pesisir, penyediaan perpustakaan terapung untuk mencerdaskan anak-anak di pulau terpencil, aksi kebersihan pantai dan sungai, serta kesiapsiagaan tanggap darurat bencana perairan.
Melalui integrasi ketiga program ini, Polda Riau membuktikan bahwa keamanan tidak bisa dijaga hanya dari satu sisi. Penggabungan kekuatan fisik tim RAGA, kecanggihan tim RADAR di dunia maya, dan ketulusan tim JALUR di wilayah perairan menciptakan tameng keamanan yang solid bagi seluruh masyarakat Riau.
"Inilah wujud transformasi Polri yang Presisi. Kami hadir tidak hanya untuk menegakkan hukum, tetapi untuk menjadi bagian dari solusi atas segala persoalan yang dihadapi masyarakat," pungkas Herry Heryawan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow