Tagana Jeli Hendri: Dari Tanggap Bencana ke Pembina Sekolah Rakyat di Padang
Jeli Hendri, seorang anggota Taruna Tanggap Bencana (Tagana), menunjukkan pengabdiannya tak hanya di lokasi bencana, tetapi juga di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 4 Kota Padang sebagai pendamping dan pembina siswa.
Di sekolah yang terletak di kawasan BBPPKS Padang, Jeli menjadi figur yang disegani, terutama pasca-banjir yang melanda SRMP 4 Padang. Kehadirannya memberikan rasa aman dan pendampingan bagi para siswa di tengah pemulihan lingkungan sekolah.
Perhatian Jeli tertuju pada 22 dari 146 siswa SRMP 4 Padang yang belum lancar membaca Al-Qur'an.
"Kelompok inilah yang paling menyentuh hati saya," ucap Jeli dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/12/2025).
Dengan metode Iqro, Jeli membimbing mereka secara bertahap, menyadari kegelisahan yang dirasakan anak-anak tersebut. Perkembangan mulai terlihat meski membutuhkan kesabaran.
Keterlibatan Jeli di SRMP 4 Padang bermula dari informasi mengenai penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Sumatera Barat. Ia tertarik dengan konsep pendidikan yang melibatkan pilar-pilar sosial dan menawarkan diri untuk membantu.
Baginya, pengabdian tidak mengenal batas peran. Ia hadir di kelas seperti halnya di lokasi bencana.
Sejak 2006, Jeli menjadi anggota Tagana pertama di Sumatera Barat. Ia juga mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) dan dipercaya sebagai pembina keagamaan di SRMP 4 Padang.
Dalam kesehariannya, Jeli aktif dalam berbagai kegiatan sekolah, mulai dari pembinaan PBB hingga mendampingi upacara bendera. Kedekatannya dengan siswa pun terjalin.
Menurut Jeli, mendidik anak-anak di Sekolah Rakyat serupa dengan tugasnya di kebencanaan. Ia juga tergabung dalam tim inti Layanan Dukungan Psikososial (LDP) Kementerian Sosial RI.
"Mendidik anak-anak ini seperti mendampingi penyintas bencana. Mereka berada di fase pancaroba. Penuh gejolak. Tapi justru di situlah peran kita," tegasnya.
Menjalani peran ganda sebagai Tagana dan pendidik memiliki tantangan tersendiri. Jeli juga bertugas sebagai satuan pengamanan sekolah. Ia tetap menjalankan tugas pendidikan meski mendapat giliran jaga malam. Koordinasi dengan wali asuh dilakukan jika kondisinya tidak memungkinkan agar pembinaan keagamaan tetap berjalan.
Di luar kelas, Jeli aktif membina kegiatan Pramuka, menanamkan nilai disiplin, kesiapsiagaan, dan tanggung jawab.
Di tengah lingkungan sekolah yang baru pulih dari banjir, Jeli Hendri hadir di dua medan pengabdian, menunjukkan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya soal merespons keadaan darurat, tetapi juga menjaga harapan dan membentuk masa depan anak-anak.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow