Pedagang Cemas Teras Cihampelas Dibongkar, Pemkot Bandung Beri Penjelasan
Para pedagang di Teras Cihampelas, Bandung, Jawa Barat, merasa cemas dengan wacana pembongkaran tempat mereka mencari nafkah. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berencana menata ulang kawasan Cihampelas, termasuk membongkar Teras Cihampelas, dengan alasan keamanan, sosial, estetika kota, dan ketertiban lalu lintas.
Nana, 54 tahun, seorang pedagang kopi yang sudah delapan tahun berjualan di Teras Cihampelas, merasa tempat itu sudah menjadi bagian dari hidupnya. Meskipun penghasilannya tidak seberapa dibandingkan saat berjualan di trotoar Jalan Cihampelas, ia tetap berusaha bertahan.
“Walaupun (penghasilan) sedikit, minim, minus, tapi tetap saya usahakan,” kata Nana saat ditemui di Teras Cihampelas pada Rabu, 24 Desember 2025.
Nana mengaku berjualan di Teras Cihampelas tidak mudah karena pembeli sepi dan jarang ada wisatawan yang berkunjung. Namun, setidaknya ia bisa berjualan dengan tenang tanpa dipungut biaya apa pun. Ia berharap Pemkot Bandung tidak sembarangan membongkar Teras Cihampelas dan ada komunikasi terlebih dahulu dengan pedagang untuk mencari solusi.
“Kalau beneran dibongkar, ya kita tuntut. Bukan menuntut ya, tapi kita harus dikasih lagi peluang,” ungkap Nana.
Ratna, 46 tahun, pedagang lainnya, juga merasakan hal yang sama. Ia berjualan di Teras Cihampelas sejak 2017 setelah sebelumnya berjualan kaus di trotoar. Penghasilannya jauh berkurang sejak pindah ke teras, bahkan ia harus mengganti jualannya menjadi minuman.
“Ya minta perhatian lebih aja sama PKL (pedagang kaki lima) yang betul-betul masih aktif sampai sekarang. Ini kami mau gimana? Terus belum ada kabar ke kami juga, ini bakal gimana ya?” ungkap Ratna kepada detikX pekan lalu.
Berbeda dengan Nana dan Ratna, Ketua Koperasi Jaya Perkasa & Forum Jaya Perkasa Asep Saepuddin justru mendukung rencana pembongkaran Teras Cihampelas. Menurutnya, sejak adanya teras tersebut, aktivitas ekonomi di Cihampelas berjalan lambat dan banyak pedagang lama yang mengeluh sepi pembeli.
Asep menambahkan bahwa Teras Cihampelas membuat trotoar menjadi sempit, mengganggu drainase, dan menyebabkan banjir saat hujan deras. Akibatnya, pengunjung malas datang dan wajah Cihampelas menjadi tidak terurus.
“Hancur! Perekonomian di Cihampelas semenjak ada teras itu hancur. Jujur, sampai satu minggu nggak ada yang laris. Saya juga sampai pinjol (pinjaman online) nggak kebayar, ke bank nggak kebayar,” kata Asep dengan nada tinggi.
Asep ingin kawasan Cihampelas dikembalikan seperti semula, dengan ikon-ikon seperti boneka pahlawan super. Ia juga meminta agar disediakan tempat parkir yang murah bagi wisatawan.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan bahwa rencana pembongkaran Teras Cihampelas sudah masuk dalam rencana tata ruang dan sedang dikaji melalui diskusi dan peninjauan lapangan.
“Pembongkaran dan desain ulang untuk mempercantik kawasan Cihampelas, sehingga bisa menjadi ikon baru Kota Bandung,” imbuh Farhan pada Rabu, 24 Desember 2025.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung Rizki Kusrulyadi mengatakan bahwa penataan ulang Teras Cihampelas akan melibatkan para pedagang dan dilakukan sesuai aturan yang berlaku.
“Semua tindakan harus dilakukan sesuai dengan aturan dan regulasi yang berlaku,” jelas Rizki.
Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat Teddy Rusmawan mengingatkan agar pembongkaran Teras Cihampelas tidak menimbulkan masalah baru dan direncanakan dengan matang, serta melibatkan para PKL.
“Sehingga mereka nanti akan memiliki responsibility (tanggung jawab) untuk menjaga fasilitas dan juga meramaikan kembali,” pungkas Teddy.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow