Teras Cihampelas Terancam Dibongkar, Komunitas Kebingungan Cari 'Rumah' Baru

Teras Cihampelas Terancam Dibongkar, Komunitas Kebingungan Cari 'Rumah' Baru

Smallest Font
Largest Font

Wacana pembongkaran Teras Cihampelas di Kota Bandung membuat sejumlah komunitas yang biasa beraktivitas di sana menjadi resah. Mereka kini kebingungan mencari tempat baru untuk berkumpul dan menjalankan kegiatan komunitas, setelah sebelumnya sempat beberapa kali terusir dari tempat lain.

Pada Rabu (24/12/2025), Teras Cihampelas tampak lengang. Hanya terlihat beberapa anak bermain dan pedagang yang menunggu pembeli. Kelengangan ini dimanfaatkan komunitas Friday Football Street untuk berkumpul setiap Jumat malam.

Dadan, founder Friday Football Street, mengatakan bahwa komunitasnya memilih Teras Cihampelas karena tempat itu dinilai terbengkalai. "Daripada terbengkalai, ya sudah, kita coba gunakan. Kenapa tidak, kan?" kata Dadan, 25 tahun, kepada detikX.

Komunitas pencinta sepak bola ini muncul dari kekecewaan terhadap dualisme yang terjadi di tubuh Persib pada 2023. Alih-alih menonton Persib di stadion, para bobotoh memilih berkumpul di taman-taman kota sebagai bentuk protes dengan bermain sepak bola.

Awalnya, mereka bermain di Taman Badak Singa, namun mendapat reaksi negatif dari masyarakat sekitar dan aparat setempat karena dianggap membuat gaduh. Mereka kemudian pindah ke Taman Musik dan Taman Cicendo, namun kembali diusir.

Sebelas anggota Friday Football Street bahkan sempat ditangkap polisi dan diinterogasi karena dianggap membuat onar dan mabuk-mabukan, meski akhirnya terbukti tidak bersalah.

Menurut Dadan, Teras Cihampelas adalah satu-satunya tempat yang memberi mereka ruang untuk bermain, meski awalnya juga sempat dicurigai aparat karena dianggap pesta miras. "Mereka ke sana (Teras Cihampelas), periksa kami, kami clear. Kami teh nggak ada miras, setetes pun," ungkap Dadan.

Setelah itu, kegiatan Friday Football Street berjalan lancar di Teras Cihampelas. Ratusan orang ikut bermain dengan sistem 5 vs 5 secara bergilir, laki-laki dan perempuan berbaur.

Namun, wacana pembongkaran Teras Cihampelas oleh Pemerintah Kota Bandung membuat mereka resah. Mereka bingung mencari tempat bermain yang bisa menampung banyak orang, apalagi sudah berkali-kali diusir dari beberapa lokasi.

Bagi Dadan dan kawan-kawan, Teras Cihampelas sudah seperti rumah. Di sini mereka bisa bersenang-senang, bercengkerama, dan mendapatkan teman baru. Dadan berharap wacana pembongkaran Teras Cihampelas dibatalkan dan teras itu justru dipugar agar lebih baik.

"Kalau dibongkar, sayang dong, anggaran yang udah kepake gitu, kan. Itu uang-uang kita juga. Mending di-upgrade aja jadi lebih bagus, lebih kokoh, lebih nyaman," ungkap Dadan.

Wacana pembongkaran Teras Cihampelas muncul setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan pandangannya pada Juli lalu. Ia menilai Teras Cihampelas membuat lanskap Kota Bandung menjadi buruk dan menyarankan agar dibongkar.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan awalnya menolak wacana itu dan memilih merevitalisasi Teras Cihampelas. Namun, Dedi Mulyadi kembali mengkritik rencana itu dan menyebutnya tidak akan menyelesaikan persoalan utama.

Menurut Dedi Mulyadi, Teras Cihampelas mengaburkan denyut ekonomi di Cihampelas dan menghalangi pandangan ke pusat-pusat ekonomi di Jalan Cihampelas. Akibatnya, sejumlah pedagang mengeluhkan sepi pembeli sejak teras itu dibangun. "Dengan adanya Teras Cihampelas ini, tempat-tempat itu menjadi tidak kelihatan, baik hotel, Ciwalk, maupun toko-toko," kata Dedi Mulyadi pada Juli 2025.

Pemkot Bandung kemudian melakukan kajian ulang dan memutuskan bahwa Teras Cihampelas memang layak dibongkar. Menurut Muhammad Farhan, teras itu bermasalah dalam perizinan sejak awal dan tidak memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF). "Sehingga kami memang harus, kalau peraturan, kan kalau nggak ada PBG, harus dibongkar ya," ungkap Farhan pada Senin (22/12/2025).

Hasil uji beban juga menunjukkan bahwa kemampuan Teras Cihampelas menahan beban kurang dari 110 persen, sehingga berbahaya. Atas dasar itu, Pemkot Bandung memutuskan mengikuti saran Dedi Mulyadi untuk membongkar Teras Cihampelas dan menata ulang Jalan Cihampelas.

Anggota Komisi I DPRD Kota Bandung Aan Andi Purnama mendukung wacana pembongkaran itu karena Teras Cihampelas dinilai melanggar aturan. Pembangunan Teras Cihampelas melanggar Peraturan Daerah Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Bandung Nomor 10 Tahun 2015 Pasal 67 Ayat C.

Selain itu, struktur bangunan Teras Cihampelas juga dinilai salah sejak awal. Berdasarkan kajian dari Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), terdapat kemungkinan kegagalan struktur yang berisiko bagi masyarakat.

Meski begitu, Aan menyarankan Pemkot Bandung tidak langsung membongkar Teras Cihampelas, tetapi juga memikirkan pembukaan ruang-ruang publik baru untuk masyarakat. "Kota Bandung harus menjadi simpul-simpul kreatif dan ekspresi generasi muda sebagai bentuk kehadiran Pemkot dalam meningkatkan kegiatan ekonomi dan kualitas hidup warga kotanya," ungkap Aan melalui pesan singkat.

Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat Teddy Rusmawan juga mendukung pembongkaran Teras Cihampelas, namun mengingatkan agar dilakukan dengan hati-hati dan berkoordinasi dengan semua pihak. Menurut Teddy, pembongkaran itu akan memakan biaya besar dan menghilangkan aset daerah senilai lebih dari Rp 90 miliar. "Jadi jangan sampai justru menimbulkan masalah baru. Termasuk dengan masalah hukumnya juga gitu," ungkap Teddy ketika ditemui detikX di kantornya pekan lalu.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung Rizki Kusrulyadi mengatakan bahwa Pemkot Bandung sedang mencari alternatif terbaik agar pembongkaran dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku dan berkoordinasi dengan pemilik bangunan maupun pedagang di Teras Cihampelas. "Kita juga akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk pemilik bangunan/usaha di sekitar yang terdampak penyempitan saluran untuk mengembalikan fungsi fasilitas publik," pungkas Rizki.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed