Dua Perusahaan Raksasa Siap IPO di Kuartal I 2026, Sektor Infrastruktur & Tambang!
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengonfirmasi bahwa dua perusahaan besar dari sektor infrastruktur dan pertambangan akan melakukan initial public offering (IPO) pada kuartal pertama tahun 2026. Kedua perusahaan ini disebut sebagai lighthouse company.
BEI Aktif Dorong IPO dari Berbagai Sektor
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Nyoman Gede Yetna, menyatakan bahwa BEI terbuka bagi perusahaan dari berbagai sektor untuk melakukan IPO.
“Lighthouse ada dua. Yang ada itu sektor infrastruktur dan mining,” ujar Nyoman dalam wawancara seusai Seremoni Penutupan Perdagangan BEI Tahun 2025 di Jakarta.
Kriteria Perusahaan Mercusuar
Perusahaan mercusuar adalah perusahaan dengan kapitalisasi pasar minimal Rp 3 triliun dan porsi saham publik (free float) minimal 15 persen. BEI mencatat ada sembilan perusahaan dalam daftar antrean (pipeline) untuk IPO tahun depan.
Skala Aset Perusahaan dalam Pipeline IPO
Dari sembilan perusahaan tersebut, enam termasuk kategori skala besar dengan aset di atas Rp 250 miliar. Satu perusahaan berskala menengah (aset Rp 50-250 miliar) dan dua perusahaan skala kecil (aset di bawah Rp 50 miliar).
Sektor Perusahaan dalam Pipeline IPO
Berdasarkan sektornya, tiga perusahaan berasal dari sektor keuangan, dua dari sektor material dasar, dan masing-masing satu dari sektor energi, industri, teknologi, serta transportasi dan logistik.
Target IPO BEI Tahun 2026
BEI menargetkan 50 perusahaan dapat melakukan IPO pada tahun 2026, sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2026.
Kabar IPO Titan Infra Sejahtera (TIS) dan Anugrah Neo Energy Materials (ANEM)
Sebelumnya, santer terdengar kabar IPO dari PT Titan Infra Sejahtera (TIS) dan PT Anugrah Neo Energy Materials (ANEM). TIS dikenal sebagai operator infrastruktur logistik batu bara terintegrasi terbesar di Sumatra Selatan.
IPO Jumbo ANEM
ANEM dikabarkan tengah mempersiapkan IPO jumbo dengan potensi dana lebih dari Rp 5 triliun. Perusahaan ini memiliki dua tambang besar, TAS dan MDK, dengan total sumber daya mencapai ratusan juta metric tons (WMT).
Ambisi ANEM Menjadi Produsen Green HPAL Nickel
ANEM juga berencana menjadi produsen Green HPAL Nickel pertama di Indonesia, yang merupakan bahan baku utama baterai kendaraan listrik (EV).
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow