Pedagang di Jaktim Dianiaya Preman, Tolak Setor Rp 200 Ribu
Rekaman video memperlihatkan seorang pria pedagang kaki lima (PKL) di dekat jembatan BKT, Jakarta Timur, dianiaya hingga hidungnya berdarah. Korban dianiaya preman yang mengaku sebagai 'penguasa wilayah' karena menolak memberikan jatah Rp 200 ribu.
Dalam rekaman video, korban dan beberapa orang terlibat adu mulut.
"Apa, lu mau nantangin?" tanya diduga pelaku, dalam video yang dilihat detikcom, Kamis (1/1/2026).
Korban dianiaya karena menolak memberikan jatah Rp 200 ribu karena dagangan baru dibuka dan belum berjualan. Penolakan itu memicu percekcokan yang berujung pengeroyokan.
Disebutkan ada dua pedagang yang dianiaya. Salah satu korban terluka di bagian hidung dan tangan setelah menangkis senjata tajam pelaku.
Peristiwa itu terjadi di kawasan BKT, Jakarta Timur, pada Kamis (25/12). Saat ini pelaku telah diamankan polisi.
Dilihat dari akun Instagram Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal, salah satu pelaku berinisial SH (52) diamankan.
"Pelaku berinisial SH, warga Kecamatan Duren Sawit berperan meminta uang kebersihan kepada korban dengan disertai ancaman senjata tajam jenis pisau bersama rekannya," kata Alfian.
Pelaku lainnya, SA (36), seorang tukang parkir melakukan kekerasan dengan menyundul korban hingga mengakibatkan luka pada hidung dan mengeluarkan darah.
"Saat ini kedua pelaku telah diamankan dan akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," pungkasnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow