Polri Salurkan Ribuan Buruh Terdampak PHK Melalui Desk Ketenagakerjaan
Polri aktif membantu para buruh yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan membentuk Desk Ketenagakerjaan. Satuan kerja ini memberikan ruang penyelesaian sengketa antara buruh dan perusahaan serta menyalurkan kembali tenaga kerja yang terdampak PHK.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa Desk Ketenagakerjaan memberikan dampak positif bagi kemajuan industri, khususnya dalam pemulihan sosial dan ekonomi buruh.
“Polri melalui Desk Ketenagakerjaan juga melakukan berbagai kegiatan penyelesaian sengketa industrial, melakukan kerja sama dengan kementerian, lembaga, dan stakeholder terkait, serta rekan-rekan dari serikat buruh untuk membantu menyalurkan buruh yang terdampak PHK sehingga dapat memperoleh pekerjaan kembali,” kata Jenderal Sigit dalam Rilis Akhir Tahun Polri 2025, Selasa (30/12/2025).
Polri bekerja sama dengan sejumlah perusahaan telah menyalurkan total 2.275 buruh yang terdampak PHK ke perusahaan baru sebagai pegawai tetap.
“12 Juni 2025, kita memberangkatkan tenaga kerja sebanyak 700 buruh. 25 Juli 2025, kita berangkatkan kembali 1.575 buruh untuk mendapatkan harapan dan kehidupan baru setelah mendapatkan pekerjaan baru,” jelas Sigit.
Desk Ketenagakerjaan Polri juga mendorong revitalisasi pabrik garmen di Kabupaten Pemalang dan mengaktifkan kembali 1.500 tenaga kerja yang sebelumnya terdampak PHK.
“Langkah ini juga tentunya menjadi bagian dari kontribusi Polri dalam menjaga stabilitas sosial dan mendukung pemulihan ekonomi nasional,” terang Sigit.
Kabareskrim Polri Syahardiantono menambahkan bahwa Desk Ketenagakerjaan mendukung pemerataan kesempatan kerja, memberikan perlindungan kepada tenaga kerja, serta menyelesaikan permasalahan ketenagakerjaan. Desk ini telah dibentuk pada 35 Polda di Indonesia.
“Atas arahan dari Bapak Kapolri, Desk Tenagakerjaan ini bekerja sama dengan beberapa perusahaan sehingga dapat menyediakan lapangan kerja bagi 2.275 buruh yang terdampak PHK,” tutur Syahar.
“Serta berhasil memulangkan 9 orang Warga Negara Indonesia korban TPPO yang terjebak di Kamboja pada tanggal 26 Desember yang lalu,” pungkasnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow