Polisi: Siswa SMPN 19 Tangsel Meninggal Akibat Tumor Otak, Bukan Perundungan

Polisi: Siswa SMPN 19 Tangsel Meninggal Akibat Tumor Otak, Bukan Perundungan

Smallest Font
Largest Font

Polisi telah menyelesaikan penyelidikan terkait meninggalnya MH (13), siswa SMPN 19 Kota Tangerang Selatan, yang sebelumnya diduga menjadi korban perundungan. Hasil penyelidikan menunjukkan MH meninggal karena penyakit tumor otak yang dideritanya.

"Korban meninggal dunia di RS Fatmawati dengan diagnosa penyakit tumor pada batang otak," kata Kapolres Metro Tangerang Selatan AKBP Victor Daniel Henry Inkiriwang, Kamis (1/1/2026).

Victor menjelaskan, kesimpulan ini didapatkan setelah penyidik memeriksa sejumlah saksi dan ahli, termasuk dokter spesialis anak, spesialis mata, spesialis anak neurologi, dokter umum, dan dokter forensik.

Dari pemeriksaan dokter, diketahui korban menderita tumor otak kecil yang mengakibatkan gangguan pada saraf mata.

"Hari Kamis, tanggal 13 November 2025 penyelidik melakukan kunjungan ke RS Fatmawati dan hasil MRI korban ditemukan adanya tumor otak kecil, sehingga mengakibatkan terjadi gangguan pada saraf mata," jelasnya.

Penyidik juga mendatangi klinik mata dan dua rumah sakit tempat korban menjalani pemeriksaan medis pada Jumat (14/11/2025).

"Dari hasil pemeriksaan tersebut, didapat hasil CT scan dan rontgen. Kemudian pada Minggu, 16 November 2025 sekitar pukul 07.00 WIB, korban meninggal dunia di RS Fatmawati dengan diagnosis penyakit tumor pada batang otak," jelasnya.

Sebelumnya, MH diduga menjadi korban perundungan yang menyebabkan luka fisik dan trauma. Setelah dirawat di rumah sakit selama sepekan, MH meninggal dunia pada Minggu (16/11/2025).

Korban diduga mengalami perundungan oleh teman-temannya di sekolah, yang menyebabkan kondisi tubuhnya menurun hingga lemas dan tidak dapat beraktivitas.

Kakak korban, R, mengungkapkan bahwa adiknya diduga telah mengalami perundungan sejak masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Puncaknya terjadi pada Senin (20/10) ketika korban dikabarkan dipukul oleh teman sekelasnya menggunakan bangku.

Korban mengaku sering menerima perundungan berupa pukulan dan tendangan. R menambahkan, adiknya sempat dirawat di sebuah rumah sakit swasta di Kota Tangsel sebelum dirujuk ke RS Fatmawati karena kondisinya semakin memburuk.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed