Saham Bank Mini Melesat, Bank Besar Terkoreksi di Akhir 2025

Saham Bank Mini Melesat, Bank Besar Terkoreksi di Akhir 2025

Smallest Font
Largest Font

Perdagangan saham sektor perbankan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang tahun 2025 ditutup dengan anomali. Saham bank dengan kapitalisasi kecil mencatatkan pertumbuhan signifikan, berbanding terbalik dengan saham bank-bank besar yang justru mengalami koreksi hingga akhir perdagangan, Selasa (30/12/2025).

Dominasi Bank Mini: Lonjakan Harga Saham yang Fantastis

Pergeseran minat investasi menjadi penyebab utama perbedaan kinerja ini. Investor cenderung memilih bank-bank kecil dan menengah karena dinilai memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi. Sementara itu, bank-bank raksasa menghadapi berbagai tantangan yang menahan laju pertumbuhan harga sahamnya.

Berdasarkan data BEI, PT Bank Permata Tbk (BNLI) menjadi jawara dengan kenaikan saham mencapai 444,97% sepanjang tahun 2025, menutup perdagangan di level Rp5.150 per saham.

Bank Digital Ikut Unjuk Gigi

Kinerja positif juga ditunjukkan oleh sejumlah bank digital dan bank berskala kecil lainnya. PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) mencatatkan pertumbuhan saham sebesar 120,18% secara year-to-date (YTD).

Selanjutnya, PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) mencatat penguatan 112,86% YTD. PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) juga naik 78,63%, dan PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) menguat 64,6% secara YTD.

Di kelompok menengah, saham PT Bank Ganesha Tbk (BGTG) turut menguat 56,58% YTD. PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) naik 47,24%, dan PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) bertambah 42,59% sejak awal 2025.

Big Banks Tertahan: Koreksi dan Kinerja Stagnan

Berbanding terbalik dengan bank-bank kecil, saham-saham bank besar justru mengalami tekanan dan pelemahan. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tercatat turun 16,54% secara YTD.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melemah 10,53%, sementara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) terkoreksi 10,29% sepanjang tahun berjalan. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menunjukkan kinerja yang relatif stagnan dengan kenaikan tipis 0,46% secara YTD.

Tekanan pada Bank Syariah dan Digital Besar

Tekanan juga menghantui saham perbankan syariah dan bank digital yang lebih besar. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) turun 18,32% secara year to date.

Sementara itu, PT Bank Jago Tbk (ARTO) melemah 18,72% YTD hingga akhir 2025. Keduanya menunjukkan perlambatan kinerja di tengah tren penguatan bank-bank kecil.

Saham dengan Kinerja Terburuk: Penurunan Drastis

Di sisi lain, sejumlah saham bank mencatatkan kinerja terburuk sepanjang tahun ini. PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) anjlok 68,4% secara YTD.

Diikuti oleh PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) yang melemah 41,94%, serta PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) yang turun 33,17% sejak awal tahun.

Rotasi Investasi: Momentum Bank Kecil dan Menengah

Secara keseluruhan, kinerja saham perbankan di tahun 2025 mencerminkan adanya rotasi minat investor ke saham bank berkapitalisasi kecil dan menengah. Katalis korporasi dan potensi pertumbuhan yang lebih besar menjadi daya tarik utama dibandingkan bank-bank besar yang dianggap sudah mapan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed